Usai PKL kali ini aku dan Eka menyempatkan diri untuk mengunjungi masjid yang letaknya tidak jauh dengan tempat praktik kerja ku, kami mampir sebentar untuk sekedar bersembahyang, karena adzan sudah berkumandang beberapa menit lalu.
Selesai mengambil wudhu aku segera menempati saf-saf yang masih kosong untuk mengikuti sholat berjamaah.
Kami tidak langsung beranjak dari masjid usai sholat, kami memutuskan untuk meluangkan waktu sebentar sembari meredakan tubuh yang lumayan lelah akibat aktivitas hari ini. Aku memanjakan badan ini dirumah Allah yang megah dan indah itu, sejuk dan damai rasanya, dan pastinya tak sedikit orang yang merasakan hal yang sama sepertiku. Kurebahkan tubuh ini diatas sejadah dengan mukena yang masih menyelimutiku, kulihat Eka yang sudah terlelap sedari tadi yang memang rasa kantuknya sudah tidak bisa ditahan lagi katanya, ditambah dakwahan yang dipaparkan oleh seorang ustadz kala itu layaknya mendongengi sebelum tertidur.
"Subhanallah" tak ada kata lain yang dapat aku ungkapakan, kalimat itu sudah mewakili segala perasaanku ketika mataku mulai menjelajahi desain-desain arsitektur yang mempercantik masjid ini, ornamen yang unik, corak-corak yang indah dan reliefnya yang khas, relief-relief seperti masjid yang dibangun di negara-negara luar. Misalnya Mezquita atau sering dikenal dengan masjid Cordoba yang terletak di Spanyol, masjid yang dibangun pada tahun 1994an oleh bangsa dinasti Umayyah ini sudah tentu memikat hati siapapun yang melihatnya, seperti yang pernah ditayangkan di film 99 Cahaya Langit Eropa, sudah tentu memikat hati siapapun yang mengunjunginya, bukan hanya mereka yang berkunjung saja yang akan merasakan takjub, tetapi umat muslim lain yang baru melihatnya melalui gambar pun pasti ingin sekali berkunjung ke bangunan yang dulu sebagai masjid itu, ya salah satunya aku ini.
Walaupun sekarang sudah dijadikan Katedral, tetapi setidaknya sejarah Islam pernah tertuang disana.

No comments:
Post a Comment